Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

TKW Tak Tamat SD Sukses di Arab, Penghasilan Rp3,7 M dan Rumah Mewah 27 Kamar

 


Suatu cerita penuh inspirasi tiba dari seseorang Tenaga Kerja Perempuan( TKW) yang saat ini tinggal di Mekkah, Arab Saudi. la sukses jadi pengusaha sukses walaupun tidak sukses menamatkan Sekolah Dasar( SD).


Perempuan tangguh yang dikenal bernama Risma itu ikut memberikan ceritanya lewat akun Youtube Muhammad Sofi AVW serta Youtube Faiz Slamet.


Kisahnya juga jadi inspirasi untuk warganet. Cuma berbekal keahlian yang dimilikinya, Risma saat ini dapat memperoleh pemasukan sampai Rp3, 7 miliyar. Saat ini dia juga tinggal disebuah rumah elegan bersama para pekerjanya.


Gimana cerita Risma yang sukses sukses di Mekkah? Ikuti ulasannya berikut ini.


Pengusaha Sukses



Risma ialah masyarakat Indonesia yang saat ini tinggal di Arab Saudi Tidak hanya jadi TKW, dia saat ini mengelola bisnis yang dibentuk seseorang diri.


Walaupun tidak lulus SD, pemasukan sampai 1 juta real yang setara dengan Rp3, 7 miliyar sempat dia hasilkan.


" Dia mempunyai usaha catering Haji serta kemilan Indonesia. Meski tidak lulus SD tetapi dia sempat memperoleh 1 juta Real," yang pula dilansir dari kanal YouTube Faiz Slamet.


Miliki Rumah Mewah



Saat ini, dia dikenal tinggal di suatu rumah kontrakan lumayan elegan bersama beberapa pekerjanya.


Terlihat dari luar, rumah 4 lantai tersebut terlihat berdiri kuat nan elegan.


Risma pula mempunyai kamar individu elegan serta serba aman. Ruang pribadinya itu juga dilengkapi dengan bermacam kebutuhan serta sarana pribadinya semacam AC, perlengkapan make up yang tidak sedikit serta lemari baju yang lumayan besar.


Memiliki 27 Kamar




Rumah tersebut tidak cuma elegan tetapi pula megah. Apalagi Risma menyebut, ada 27 kamar siap buat ditempati para pekerjanya. Pengakuannya juga membuat owner akun Youtube tersebut tercengang.


" Masya Allah, ini cita- cita yang luar biasa," ucap si owner akun. 


Kemauan Bangun Pesantren


Warnanya Risma pula mempunyai kemauan mulia apabila nanti dia kembali ke Tanah Air. la berniat buat membangun suatu pondok pesantren dari hasil keringatnya sendiri.


la mengungapkan apabila membangun pesantren merupakan cita- citanya yang belum tercapai.